Yeyen's posts with tag: gunung mas
8 FEBRUARI 2005
Hi frens.. How’s holidays ? Dua hari lumayan lhoo.. Lumayan buat ngelemesin otak dari penat kerja.. Mungkin dari temen-temen ada yang ngambil cuti sekedar ngistirahatin otot dan otak.. Ada juga yang udah ngacir tuk plesir..
Ceritanya pulang dari acara kawinan Tresna Selasa malam, saya main sebentar ke rumah Andrey.. Ada Igo dan Eka di sana.. Kami tidak lama, kira-kira setengah jam kami langsung berpamitan pulang. Di tengah jalan, seorang Ferina meng-sms kami dengan nada agak bete’ keliatannya.. :o( Yo wes, sama si omigo ditelpon dan singkat cerita kami janjian di Roti Bakar Wiwid Fatmawati.
Kami memesan nasi goreng, siomay, serta teh botol dingin.. Di sana Fey yang manis, lucu, imut (ireng mutung) bercerita tentang ‘kisah kasih’ perjalanan menanjak Gunung Sindoro, Sumbing dan Slamet-nya.. Saya dan Igo tau bahwa sore itu Fey baru saja menginjakkan kaki di Jakarta, belum beristirahat.. Tapi entah setan alas lewat, tiba-tiba saja tercetus, “ Malem ini ke Cibodas yuwksss… !! “. Wah, wah, wah… Emang dasar semuanya petakilan dan pecicilan, saat itu pula kami OK-kan.. Nekat juga tuh, saat itu waktu menunjukkan pukul 11 malam, dan Igo masih pakai baju dan sepatu kantor.. Saya pun demikian.. Wah, dalem hati mikir juga tuh.. Moso’ mo ‘nanjak’ pake high heels 9 centi yah ? Moso’ mo ‘nanjak’ pake baju ngantor yah.. Hmm, untung seorang Igo cukup mengerti akan kegalauan hatiku.. Kebetulan rumah saya tidak jauh lah dari Fatmawati, sehingga kami langsung menuju rumah saya, dan saya hanya diberi kesempatan 3 menit untuk berganti pakaian.. Langsung saja saya berganti pakaian dengan kaos dan celana pendek. Selop 9 centi tadi saya ganti dengan sendal hitam buat trekking.. Saya sambar tas slempang hitam saya, jaket putih, sleeping bag, serta tas pelengkapan mandi yang saya ambil dari tas fitnes saya.. Tak lupa jaket + sendal adik saya buat Igo dan celana pendek buat Fey (muat ndak yah ?? )
Singkat cerita pukul 12 malam kami baru berangkat, lewat tol Jagorawi dan sampai di Puncak Pass kami sempat berhenti tuk beristirahat.. Kabut saat itu lagi turun, jadi terasa dingiinn sekali.. Kami menikmati bandrek panas, dan lumayan lah untuk menghangatkan badan kami.. Memasuki areal CIBODAS kira-kira pukul 2 pagi, dan kabut sudah tidak seperti waktu di Puncak tadi. Kami memarkirkan kendaraan kami di depan warung Mang Hardi.. Saya yang emang lagi kelaperan, langsung memesan indomie dan secangkir kopi panas. Nikmat sekali…
Dengan alas tikar, selimut serta 2 buah bantal, serta berselimut sleeping bag, akhirnya kami tertidur pulas di sana. Sebenarnya ini kali kedua saya ke Cibodas dengan situasi seperti ini.. Mungkin waktu pertama kali kira-kira 3 bulan yang lalu, saya agak kaget tapi ternyata ‘fun’ banget. Waktu itu saya berempat dengan Santy, Galuh dan Igo.. Sama juga kami menumpang di tempatnya Mang Hardi. Kalau waktu itu, kami sempat trekking malam di kaki Gunung Gede – Pangrango, tetapi kali ini kami langsung tidurr… zzzz..zzz..zzzzzz….zz.zz….
Esoknya kami bangun pukul 9 pagi.. Selesai mandi, kami berfoto di kebun penduduk, masih di areal Cibodas.. Tak seperti 3 bulan yang lalu di mana kami ‘plesir’ ke Kebon Raya Cibodas, kali ini kami memutuskan untuk trekking ke GUNUNG MAS.. Kami ‘turun’ ke bawah. Di tengah jalan Igo sempat ditilang karena kami tidak menggunakan sabuk pengaman.. “ Gak papa”, kata Igo.. “Pengalaman Yen… Kan enak, berarti minggu depan ada alasan tuk ke Cianjur lagi… “. :o)
Pas turun menunjukkan pukul 12 siang dan macet !! Oh no… Tapi karena suasana dibawa enjoy dan fun, jadi macet tidak kami rasakan.. Sampai di gerbang Gunung Mas, mata saya mulai berbinar-binar.. Maklumlah… Semur-umur hidup saya tidak pernah ke tempat itu.. Boro-boro ngerasain tea walk aja enggak pernah.. Bayangin aja, memegang daun teh aja seumur-umur juga baru saya rasakan sebulan yang lalu waktu janjian ngupi-ngupi sore di Puncak sama Puspita.. Ich, kasiyan banget ye guwe ??
Dengan membayar tiket masuk Rp 4.500/orang kami akhirnya bisa trekking di areal Gunung Mas.. Foto-foto adalah acara wajib buat saya.. Duh, rasanya seneng banget bisa ‘again’ ngerasain nikmatin ijo-ijo… Mata rasanya adem dan damaii deh.. Yang paling bikin senang adalah karena perjalanan ini adalah perjalanan yang tidak direncanakan (seperti biasa, ad hoc plesir deh) .. Dan yang juga membuat saya girang adalah, minggu lalu saya baru pulang plesir ke Jateng – Yogya, minggu ini saya sudah sampai di Gunung Mas Puncak, dan minggu depan saya mo plesir 10 hari ke Bali (ada tugas 5 hari kerja). Wacckksssss, what a wacky lovely horny weeks, beb !! :o)
Igo dan Fey Cuma mesem-mesem aja liat kelakuan ‘cacat’ saya.. Kata mereka, “ Yen, elu emang autis banget yak ?? “ . Pokoknya selama di sana, emang diriku norak banget deh.. Jingkrak-jingkrak.. Tiap kali ada sesuatu yang aneh dan indah, langsung deh pengennya foto-foto.. Pokoknya seputaran bukit-bukit di Gunung Mas itu kami kiderin dengan senang .. Berkilo-kilo kami lalui dengan riang gembira..
Kami juga sempat ‘nengok’ pabrik teh di sana. Dengan membayar Rp 3.000/orang kami bisa menikmati suasana pabrik teh. Kami berganti pakaian, hmm.. keren juga kataku :p Kami melihat proses pembuatan teh, dari mulai pelayuan daun sampai menjadi bubuk teh. Lumayan lama lah kami di sana, kira-kira 1 jam kali deh..
TEA If you are cold, Tea will warm you.. If you are heated, Tea will cool you.. If you are depressed, Tea will cheer you.. If you are excited, Tea will calm you..
Salah satu perkebunan teh terluas di Jawa Barat adalah Perkebunan Gunung Mas Puncak yang merupakan salah satu unit usaha PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero). Terletak pada daerah yang sejuk di ketinggian 800 – 1.200 meter di atas permukaan laut dengan suhu rata-rata 12 – 22 derajat celcius, menjadikan Gunung Mas sebuah tempat yang nyaman untuk beristirahat dan berekreasi atau sekedar melepas penat dari kesibukan sehari-hari.
Berjarak lebih kuran 80 km dari Jakarta ke arah Puncak, Gunung Mas dapat ditempuh hanya dalam waktu 1,5 – 2 jam perjalanan.
Di sini kita bisa mendapati suasana khas daerah perkebunan teh baik kesejukan udaranya, keindahan panoramanya maupun kehidupan masyarakatnya.
Obyek wisata yang ada di Gunung Mas sendiri cukup beragam utuk dinikmati bersama keluarga dan handai taulan, misalnya : tea walk, pabrik teh, berkuda, terbang layang, dan kolam renang anak, tea corner. Selain itu obyek wisata ini juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya seperti penginapan/ cotages dan areal camping.
Trekking ‘ngider’ bukit-bukit di Gunung Mas itu sungguh sangat fun, fun dan fun.. Kami mengakhiri kisah kasih kami bertiga kira-kira pukul 4 sore.. Ditutup dengan kue pisang, jagung rebus dan bajigur hangat.. Hmm, enak banget !!
Buat temen-temen, yang kepengen melepas penat Jakarta, tidak ada salahnya tempat ini bisa dijadikan referensi untuk rehat.. Kan enggak jauh dari Jakarta.. Selamat menikmati deh… Tunggu reportase jalan-jalanku selanjutnya !!!
.y.e.y.e.n.   
 Hai frensssssssss.........
Berhubung hari ini Jakarta tidak seperti hari-hari kemarin (baca:panas terik), tadi setelah meeting di siang hari di seputaran Pasar Rebo, aku dan temen2 kantor memutuskan untuk 'ngadem' di Puncak.. Jalanan sepanjang tol Jagorawi basah diguyur hujan.. Hmm, beda banget sama hawa Jakarta pagi dan siang ini yang begitu gerahnya.. Memasuki areal Puncak, kabut yang turun lumayan tebal ternyata.. Kebun teh yang hijau, berubah menjadi hijau samar2 karena tertutup putihnya halimun.. Sejuk menyelimuti kulit, adem .. Yah, setenteram rasaku.. Seceria hari-hariku belakangan ini.. * Ciyehhhhhhhhhhh............. *
Tadinya kami mau menuju danau tiga warna (lupa namanya), sambil trekking melewati kebun teh dan pohon2 gunung.. Terakhir ke sana mungkin 14 tahun yang lalu, sudah lupa banget seperti apa.. Ntah masih asri atau tidak.. Tapi sayang, mungkin karena hari sudah sore kami tidak bisa memasuki areal tersebut.. Rencana berubah menuju tempat paralayang, tapi kali ini juga karena hari sudah sore jadi kami tidak bisa masuk area tersebut. Ya sudah, akhirnya kami menuju kebun teh. Parkir di warung, aku gak tau namanya apa.. Yang pasti ada tugu mobil ringsek di sana. Kalo kita dari arah Jakarta letaknya ada di sebelah kiri jalan, sebelum monumen botol kecap yang pertama (bukan yang udah ke arah Lembah Pinus yaa..). Di sana setelah memarkir kendaraan, kami langsung turun dan langsung berlari2 di antara pohon2 teh.. Yang namanya kabut tebaall sekali.. Sebulan yang lalu kebetulan aku dan Puspita (again) di jam kantor, kita janjian ketemuan tuk ngopi2 sore di tempat itu juga. Waktu itu kabut tidak ada, sehingga mata kami bisa menatap luas pegunungan, hamparan hijau2, dan birunya langit Puncak.. Tapi kali ini yang bisa kami lihat cuma kebun teh yang ada di depan mata saja. Yang di kejauhan boro2 bisa kelihatan.. Sebagai 'banci foto sejati', tak lupa berfoto doongg.. Walaupun gelap, dan hujan rintik2 tapi tuk berfoto teteuppp semangat pisaann... :o) Property yang kami temukan seperti topi dan keranjang para pemetik teh pun makin menambah keceriaan acara foto2 kami... Hahahaa... *teteupp lho guweh !!!*
Yah segitu aja lah cerita singkatku hari ini.. Lumayan lah, bisa menceriakan diriku yang emang lagi ceria..
Tunggu reportase weekend-ku besok yah..!!!!!!!!! Lengkap dengan (again) foto-fotoooooooo...
Cinta, .y.e.y.e.n. 
| |